Tampilkan postingan dengan label quarter life crisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label quarter life crisis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2022

Cerita Saya dan Jogja: Bagian 2

Awalnya tidak pernah kepikiran bakal bikin Cerita Saya dan Jogja ini jadi dua bagian. Tapi setelah apa yang terjadi minggu lalu, jadi ingat satu kalimat yang saya tulis di Cerita Saya dan Jogja. Ini kalimatnya, "Sayangnya Jogja tidak membawakan jodoh kepada saya". 

Mungkin Jogja tidak membawakan jodoh kepada saya, tapi minggu lalu Jogja membawa saya kepada perjumpaan "aneh" dengan seorang stranger. Kok gitu?

Pernah tidak kalian bertemu dengan orang asing lalu secara tidak sengaja dan tidak diduga merasa seperti sudah kenal dengan orang itu? Saking seperti merasa sudah kenal, obrolan apapun yang dibuat rasanya seperti mengalir begitu saja. Aneh ya? Setidaknya ini menurut saya pribadi, sih. Dan minggu lalu, kejadian "aneh" itu terjadi kepada saya.

Rabu, 20 Januari 2021

Saya, Ketika Semua Orang Menikah di Usia 24

“Di mana-mana orang kok pada nikah, sih?”, menjadi kalimat yang akhir-akhir ini sering terucap dari mulut saya setiap kali habis berselancar di media sosial. Bagaimana tidak? Buka media sosial logo kamera yang muncul orang-orang menikah dari berbagai belahan daerah di Indonesia. Buka media sosial logo huruf ‘F’ tidak jauh berbeda, bahkan tidak hanya muncul foto orang-orang menikah, foto-foto orang ‘baru menikah’ yang akhirnya ‘dikasih rezeki anak’ juga berseliweran di lini masa akun milik saya.

Mau pura-pura tidak terganggu, tapi sebenarnya juga terganggu. Mau sok-sok tidak peduli, tapi nyatanya saya juga jadi kepikiran. Dilema.

Padahal tahun ini, saya baru menggenapkan usia di angka 24. Usia yang kata orang juga dilema. Dibilang masih muda, tidak. Dibilang sudah tua, ya tidak juga. Jadi, sebenarnya saya ini masih muda atau sudah tua? Jawabannya: tidak muda, juga tidak tua.